Menghitung Biaya Kepemilikan (Cost of Ownership) Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Daftar Isi

Membeli mobil bukan hanya soal harga di showroom. Ada banyak biaya lain yang harus diperhitungkan selama kendaraan digunakan, seperti biaya energi, perawatan, pajak, asuransi, hingga nilai jual kembali. Semua komponen tersebut dikenal sebagai Total Cost of Ownership (TCO) atau biaya kepemilikan total. Dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik semakin menarik perhatian karena diklaim memiliki TCO yang lebih rendah dibanding mobil bensin, terutama untuk penggunaan jangka panjang. 

Apa Itu Total Cost of Ownership (TCO)?

Total Cost of Ownership adalah seluruh biaya yang dikeluarkan sejak membeli kendaraan hingga menjualnya kembali.

Komponen TCO meliputi:

Harga pembelian.

Biaya energi (listrik atau BBM).

Biaya servis dan perawatan.

Pajak kendaraan.

Asuransi.

Penggantian komponen.

Penyusutan nilai kendaraan (depresiasi).

Nilai jual kembali. 


Komponen Biaya Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Komponen Mobil Listrik Mobil Bensin

Harga beli Umumnya lebih mahal Lebih terjangkau
Biaya energi Lebih murah Lebih mahal
Servis berkala Lebih sederhana Lebih banyak komponen
Pajak Berpotensi lebih rendah tergantung kebijakan daerah Normal sesuai regulasi
Oli mesin Tidak ada Harus diganti berkala
Kampas rem Lebih awet berkat regenerative braking Lebih cepat aus
Depresiasi Bergantung merek dan permintaan pasar Relatif stabil pada model populer


1. Harga Pembelian

Harga awal masih menjadi salah satu keunggulan mobil bensin. Pada segmen yang sama, mobil listrik umumnya dijual dengan harga lebih tinggi karena biaya produksi baterai masih menjadi komponen terbesar dalam kendaraan listrik. Meski demikian, berbagai insentif pemerintah dan semakin banyaknya pilihan model membuat selisih harga mulai mengecil. 

2. Biaya Energi

Inilah bagian yang paling banyak memberikan penghematan pada mobil listrik.

Sebagai ilustrasi umum:

Mobil listrik menghabiskan biaya sekitar Rp200–400 per km, tergantung konsumsi energi dan tarif listrik.

Mobil bensin umumnya membutuhkan sekitar Rp800–1.500 per km atau lebih, tergantung konsumsi BBM dan harga bahan bakar.


Jika digunakan 20.000 km per tahun, selisih biaya energi dapat mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah setiap tahunnya. 

3. Biaya Servis Berkala

Mobil listrik memiliki komponen bergerak yang jauh lebih sedikit dibanding mobil bensin.

Mobil listrik tidak memerlukan:

Ganti oli mesin.

Filter oli.

Busi.

Filter udara mesin.

Timing belt.

Oli transmisi konvensional.


Perawatan umumnya berfokus pada:

Sistem rem.

Suspensi.

Ban.

Pendingin baterai (jika ada).

Pemeriksaan perangkat lunak.


Karena itu, biaya servis berkala biasanya lebih rendah dibanding mobil bensin. 

4. Pajak Kendaraan

Di beberapa daerah di Indonesia, mobil listrik memperoleh insentif berupa keringanan atau pembebasan sebagian pajak kendaraan sesuai kebijakan pemerintah daerah. Sementara mobil bensin tetap mengikuti ketentuan pajak kendaraan bermotor yang berlaku. Besaran manfaat dapat berbeda di setiap wilayah sehingga sebaiknya dicek sesuai domisili kendaraan. 

5. Penggantian Komponen

Mobil Bensin

Komponen yang rutin diganti antara lain:

Oli mesin.

Filter oli.

Filter udara.

Busi.

Kampas rem.

Oli transmisi.

Coolant.

Belt.


Mobil Listrik

Komponen utama yang perlu diperhatikan:

Ban.

Kampas rem.

Cairan pendingin baterai (pada model tertentu).

Filter AC.


Baterai traksi memang mahal, tetapi umumnya dilindungi garansi pabrikan dalam jangka waktu yang panjang sehingga tidak termasuk biaya rutin bagi sebagian besar pengguna. 

Simulasi Biaya Operasional Tahunan

Asumsi penggunaan:

Jarak tempuh: 20.000 km/tahun

Pemakaian normal.


Komponen Mobil Listrik Mobil Bensin

Energi/BBM ±Rp4–8 juta ±Rp18–30 juta
Servis ±Rp1–2 juta ±Rp3–7 juta
Pajak* Tergantung kebijakan daerah Sesuai regulasi
Total operasional Lebih rendah Lebih tinggi


*Pajak berbeda di setiap provinsi dan jenis kendaraan. 

Bagaimana dengan Depresiasi?

Depresiasi merupakan salah satu komponen TCO yang sering diabaikan.

Nilai jual kembali dipengaruhi oleh:

Popularitas merek.

Kondisi kendaraan.

Riwayat servis.

Garansi baterai.

Permintaan pasar mobil bekas.


Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan bertambahnya jaringan layanan purna jual, prospek nilai jual kembali mobil listrik diperkirakan akan terus berkembang, meski dapat berbeda antar merek dan model. 

Kapan Mobil Listrik Lebih Menguntungkan?

Mobil listrik akan lebih menghemat biaya apabila:

Digunakan setiap hari.

Menempuh jarak tahunan yang tinggi.

Mayoritas pengisian daya dilakukan di rumah.

Dimiliki dalam jangka panjang.


Semakin tinggi jarak tempuh tahunan, semakin besar pula potensi penghematan dibanding mobil bensin. 

Kapan Mobil Bensin Masih Layak Dipilih?

Mobil bensin tetap menjadi pilihan menarik apabila:

Budget pembelian terbatas.

Jarak tempuh tahunan relatif rendah.

Sering bepergian ke wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum memadai.

Menginginkan harga awal yang lebih rendah.


Tips Menghitung TCO Sebelum Membeli Mobil

Sebelum memutuskan membeli kendaraan, hitung terlebih dahulu:

Harga beli kendaraan.

Estimasi jarak tempuh per tahun.

Biaya energi atau BBM.

Biaya servis berkala.

Pajak tahunan.

Asuransi.

Perkiraan depresiasi.

Biaya penggantian komponen utama.


Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui biaya kepemilikan sebenarnya, bukan hanya harga saat pembelian.

Kesimpulan

Jika hanya melihat harga awal, mobil bensin umumnya masih lebih terjangkau. Namun, ketika seluruh biaya kepemilikan dihitung—mulai dari energi, servis, hingga pajak—mobil listrik sering kali menawarkan Total Cost of Ownership (TCO) yang lebih rendah, terutama bagi pengguna dengan jarak tempuh tinggi dan penggunaan jangka panjang. Sebaliknya, bagi pengguna dengan mobilitas rendah atau anggaran awal yang terbatas, mobil bensin tetap menjadi pilihan yang masuk akal. Keputusan terbaik sebaiknya didasarkan pada pola penggunaan, biaya operasional, serta kebutuhan jangka panjang Anda. 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Total Cost of Ownership (TCO)?

TCO adalah total biaya kepemilikan kendaraan, mulai dari harga beli hingga biaya operasional, perawatan, pajak, asuransi, dan nilai jual kembali. 

2. Mengapa mobil listrik memiliki TCO yang lebih rendah?

Karena biaya energi dan perawatannya umumnya lebih murah dibanding mobil bensin, terutama untuk penggunaan jangka panjang. 

3. Apakah harga beli mobil listrik lebih mahal?

Ya. Secara umum harga awal mobil listrik masih lebih tinggi dibanding mobil bensin dengan segmen yang setara, meskipun selisihnya mulai berkurang seiring perkembangan pasar. 

4. Apakah baterai mobil listrik harus sering diganti?

Tidak. Baterai traksi dirancang untuk penggunaan jangka panjang dan umumnya dilindungi garansi pabrikan selama beberapa tahun, sehingga bukan merupakan biaya perawatan rutin. 

5. Siapa yang paling diuntungkan menggunakan mobil listrik?

Pengguna yang berkendara setiap hari, memiliki jarak tempuh tahunan tinggi, dan dapat melakukan pengisian daya di rumah biasanya memperoleh penghematan biaya kepemilikan paling besar dibanding pengguna mobil bensin.