Mengenal Fitur Autonomous Driving dan ADAS pada Mobil Listrik Modern

Daftar Isi

Perkembangan mobil listrik tidak hanya menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membawa lompatan besar dalam teknologi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan Autonomous Driving atau teknologi mengemudi otonom.

Meski kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, sebenarnya ADAS dan Autonomous Driving memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Memahami cara kerja dan batasannya akan membantu pengguna memanfaatkan teknologi ini secara lebih aman.

Apa Itu ADAS?

Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) adalah sekumpulan teknologi yang dirancang untuk membantu pengemudi meningkatkan keselamatan dan mengurangi beban saat mengemudi. Sistem ini menggunakan kombinasi kamera, radar, sensor ultrasonik, lidar (pada beberapa model), GPS, serta komputer kendaraan untuk memantau kondisi di sekitar mobil secara real-time. Sebagian besar kendaraan yang beredar saat ini berada pada SAE Level 1 atau Level 2, sehingga pengemudi tetap harus mengawasi jalan dan siap mengambil alih kendali kapan saja. 

Apa Itu Autonomous Driving?

Autonomous Driving atau Automated Driving System (ADS) adalah teknologi yang memungkinkan kendaraan mengendalikan sebagian besar hingga seluruh proses mengemudi secara otomatis, tergantung tingkat otomatisasinya. Menurut standar SAE, Level 3 hingga Level 5 termasuk kategori autonomous driving, sementara Level 0 hingga Level 2 masih dikategorikan sebagai ADAS. 

Perbedaan ADAS dan Autonomous Driving

ADAS Autonomous Driving

Membantu pengemudi Mengambil alih sebagian atau seluruh tugas mengemudi
Pengemudi tetap bertanggung jawab Pada level tertentu sistem dapat mengambil tanggung jawab sementara
Umumnya Level 1–2 Level 3–5
Sudah banyak digunakan Masih terbatas pada wilayah, kondisi, atau regulasi tertentu


Tingkatan Autonomous Driving Menurut SAE

Level 0 – No Automation

Semua proses mengemudi dilakukan oleh pengemudi. Kendaraan mungkin hanya memiliki fitur peringatan seperti Forward Collision Warning atau Blind Spot Warning.

Level 1 – Driver Assistance

Mobil dapat membantu salah satu fungsi, misalnya:

Adaptive Cruise Control (ACC)

Lane Keeping Assist (LKA)


Level 2 – Partial Automation

Mobil mampu mengendalikan akselerasi, pengereman, dan kemudi secara bersamaan pada kondisi tertentu, tetapi pengemudi wajib terus memperhatikan jalan.

Level 3 – Conditional Automation

Mobil dapat mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu. Namun ketika sistem meminta, pengemudi harus segera mengambil alih kendali.

Level 4 – High Automation

Mobil mampu beroperasi secara otomatis di area atau kondisi tertentu tanpa intervensi manusia. Robotaxi komersial di beberapa kota dunia merupakan contoh implementasi Level 4. 

Level 5 – Full Automation

Seluruh proses mengemudi dilakukan kendaraan tanpa memerlukan pengemudi. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara luas. 

Fitur ADAS yang Umum pada Mobil Listrik Modern

Banyak mobil listrik terbaru telah dilengkapi berbagai fitur ADAS, antara lain:

Adaptive Cruise Control (ACC)

Menjaga kecepatan kendaraan sekaligus mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan.

Automatic Emergency Braking (AEB)

Mendeteksi potensi tabrakan dan melakukan pengereman otomatis jika diperlukan.

Lane Keeping Assist (LKA)

Membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya.

Lane Centering Assist (LCA)

Menjaga mobil tetap berada di tengah jalur saat berkendara.

Blind Spot Monitoring (BSM)

Memberikan peringatan apabila terdapat kendaraan di titik buta.

Rear Cross Traffic Alert (RCTA)

Membantu mendeteksi kendaraan saat mobil mundur dari area parkir.

Traffic Sign Recognition (TSR)

Membaca rambu lalu lintas menggunakan kamera.

Driver Monitoring System (DMS)

Memantau tingkat konsentrasi pengemudi dan memberikan peringatan apabila terdeteksi tanda-tanda kelelahan.

Auto Parking Assist

Membantu proses parkir secara otomatis pada kondisi tertentu.

Mengapa Mobil Listrik Lebih Mudah Mengadopsi Autonomous Driving?

Mobil listrik memiliki arsitektur elektronik dan perangkat lunak yang lebih modern sehingga lebih mudah mengintegrasikan sensor, komputer berperforma tinggi, serta pembaruan perangkat lunak melalui Over-the-Air (OTA). Karena itu, kendaraan listrik saat ini menjadi platform utama pengembangan teknologi automated driving dan robotaxi di berbagai negara. 

Kelebihan ADAS

Mengurangi risiko kecelakaan.

Membantu menjaga jarak aman.

Mengurangi kelelahan saat perjalanan jauh.

Membantu parkir.

Meningkatkan kenyamanan berkendara.


Keterbatasan ADAS

Tidak dapat menggantikan pengemudi sepenuhnya.

Performa dipengaruhi cuaca, marka jalan, dan kondisi lingkungan.

Tetap membutuhkan perhatian penuh dari pengemudi.

Sensor dapat terganggu oleh hujan lebat, kabut, atau jalan yang tidak memiliki marka jelas. 


Mobil Listrik di Indonesia yang Sudah Memiliki ADAS

Beberapa model yang telah menawarkan fitur ADAS antara lain:

Hyundai Ioniq 5

Hyundai Kona Electric

BYD Seal

BYD Atto 3

BYD Dolphin

Chery Omoda E5

Chery J6

MG4 EV

GAC Aion V

Neta X

Denza D9


Setiap produsen memiliki nama dagang berbeda untuk paket ADAS, meskipun fungsi dasarnya relatif serupa.

Tips Menggunakan ADAS dengan Aman

Selalu pegang kendali kendaraan.

Jangan menganggap mobil mampu mengemudi sendiri.

Pastikan kamera dan sensor tetap bersih.

Gunakan fitur sesuai kondisi jalan.

Pelajari cara kerja setiap fitur melalui buku manual kendaraan.


Kesimpulan

ADAS dan Autonomous Driving merupakan dua teknologi yang saling berkaitan tetapi memiliki perbedaan mendasar. ADAS berfungsi membantu pengemudi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, sedangkan Autonomous Driving mengarah pada kemampuan kendaraan untuk mengemudi secara mandiri pada tingkat otomatisasi yang lebih tinggi.

Saat ini, mayoritas mobil listrik modern yang dijual di Indonesia masih menggunakan teknologi SAE Level 2, sehingga pengemudi tetap harus bertanggung jawab penuh selama berkendara. Seiring berkembangnya teknologi, kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi platform utama menuju era mobil otonom yang lebih aman dan cerdas. 

FAQ

1. Apa perbedaan ADAS dan Autonomous Driving?

ADAS membantu pengemudi, sedangkan Autonomous Driving memungkinkan kendaraan mengambil alih sebagian atau seluruh proses mengemudi sesuai tingkat otomatisasinya.

2. Apakah mobil listrik di Indonesia sudah bisa mengemudi sendiri?

Belum sepenuhnya. Sebagian besar masih menggunakan ADAS pada tingkat SAE Level 2 yang tetap mengharuskan pengemudi mengawasi jalan.

3. Apa saja fitur ADAS yang paling umum?

Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Assist, Blind Spot Monitoring, Driver Monitoring System, dan Auto Parking Assist.

4. Mengapa ADAS penting?

Karena membantu mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan keselamatan, dan membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

5. Apakah Autonomous Driving sudah legal digunakan secara penuh?

Implementasi penuh masih terbatas dan bergantung pada regulasi masing-masing negara. Hingga kini, kendaraan Level 4 hanya beroperasi secara komersial di area tertentu, sedangkan Level 5 belum tersedia secara luas.