Kalkulator Sederhana: Hitung Biaya Cas Mobil Listrik dari Rumah vs SPKLU

Daftar Isi

Mengisi daya mobil listrik dapat dilakukan di rumah menggunakan listrik PLN atau melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dari sisi biaya, pengisian di rumah umumnya lebih hemat, sedangkan SPKLU menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan dan kemudahan saat bepergian. Dengan mengetahui cara menghitung biaya pengisian, pemilik mobil listrik dapat memperkirakan pengeluaran energi secara lebih akurat. 

Rumus Menghitung Biaya Cas Mobil Listrik

Perhitungan biaya sangat sederhana:

Biaya Cas = Energi yang Diisi (kWh) × Tarif Listrik per kWh

Sebagai contoh:

Kapasitas baterai: 50 kWh

Diisi dari 20% ke 80%

Energi yang diisi = 60% × 50 kWh = 30 kWh


Selanjutnya tinggal dikalikan dengan tarif listrik yang berlaku. 

Tarif Pengisian yang Umum Digunakan

Sebagai acuan terbaru:

Home Charging (PLN rumah): sekitar Rp1.699,53/kWh (untuk golongan rumah tertentu).

SPKLU reguler: sekitar Rp2.466–Rp2.475/kWh.

Untuk Fast Charging dan Ultra Fast Charging, dapat dikenakan biaya layanan tambahan sesuai ketentuan operator. 


Kalkulator Sederhana

Energi yang Diisi Di Rumah SPKLU

10 kWh ± Rp17.000 ± Rp24.700
20 kWh ± Rp34.000 ± Rp49.300
30 kWh ± Rp51.000 ± Rp74.000
40 kWh ± Rp68.000 ± Rp98.600
50 kWh ± Rp85.000 ± Rp123.300


Angka dibulatkan dan belum memperhitungkan biaya layanan Fast/Ultra Fast Charging jika digunakan. 

Simulasi Mobil Baterai 50 kWh

Misalnya sebuah mobil memiliki baterai 50 kWh.

Cas Penuh di Rumah

50 × Rp1.699,53

≈ Rp84.977


Cas Penuh di SPKLU

50 × Rp2.466

≈ Rp123.300


Selisih biaya sekitar Rp38 ribu untuk sekali pengisian penuh. 

Kapan Sebaiknya Cas di Rumah?

Home charging lebih cocok apabila:

Mobil digunakan setiap hari.

Memiliki wallbox di rumah.

Pengisian dilakukan pada malam hari.

Tidak membutuhkan pengisian cepat.


Selain lebih hemat, mobil juga siap digunakan keesokan harinya. 

Kapan Sebaiknya Menggunakan SPKLU?

SPKLU menjadi pilihan tepat jika:

Sedang melakukan perjalanan jauh.

Membutuhkan pengisian cepat.

Belum memiliki fasilitas pengisian di rumah.

Memerlukan tambahan daya saat berada di luar kota.


SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging dapat memangkas waktu pengisian secara signifikan dibanding home charging, meskipun biayanya lebih tinggi. 

Faktor yang Mempengaruhi Biaya

Beberapa faktor yang memengaruhi total biaya pengisian antara lain:

Kapasitas baterai kendaraan.

Persentase baterai sebelum dan sesudah pengisian.

Tarif listrik yang berlaku.

Jenis charger yang digunakan.

Biaya layanan pada Fast Charging atau Ultra Fast Charging. 


Tips Menghemat Biaya Cas Mobil Listrik

Isi daya di rumah jika memungkinkan.

Hindari penggunaan Fast Charging setiap hari jika tidak diperlukan.

Isi daya sebelum baterai terlalu rendah.

Gunakan wallbox sesuai rekomendasi pabrikan.

Pantau tarif listrik dan biaya layanan operator SPKLU. 


Kesimpulan

Perhitungan biaya cas mobil listrik sebenarnya sangat mudah, yaitu mengalikan energi yang diisi (kWh) dengan tarif listrik. Berdasarkan tarif yang berlaku saat ini, pengisian di rumah umumnya lebih hemat dibanding SPKLU. Namun, SPKLU tetap menjadi solusi praktis untuk perjalanan jarak jauh atau ketika membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat. Memahami cara menghitung biaya pengisian dapat membantu pemilik kendaraan listrik mengatur pengeluaran energi dengan lebih efisien. 

FAQ

1. Bagaimana cara menghitung biaya cas mobil listrik?

Kalikan jumlah energi yang diisi (kWh) dengan tarif listrik per kWh. 

2. Mana yang lebih hemat, cas di rumah atau SPKLU?

Secara umum, pengisian di rumah lebih hemat dibandingkan SPKLU. 

3. Berapa tarif SPKLU saat ini?

Tarif dasar umumnya sekitar Rp2.466–Rp2.475 per kWh, dengan kemungkinan biaya layanan tambahan untuk Fast Charging dan Ultra Fast Charging. 

4. Apakah Fast Charging lebih mahal?

Ya. Selain tarif listrik per kWh, Fast Charging dan Ultra Fast Charging dapat dikenakan biaya layanan tambahan sesuai ketentuan operator. 

5. Apakah home charging cocok untuk penggunaan harian?

Ya. Home charging umumnya menjadi pilihan paling ekonomis dan praktis bagi pengguna mobil listrik yang memiliki fasilitas pengisian daya di rumah.