Biaya Tarif Pengisian Daya di SPKLU Dibandingkan dengan Harga BBM, Mana yang Lebih Hemat?

Daftar Isi

Penggunaan mobil listrik semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa biaya pengisian daya di SPKLU dan apakah benar lebih murah dibandingkan mengisi bensin atau solar? Dengan memahami tarif pengisian daya di SPKLU serta membandingkannya dengan konsumsi BBM kendaraan konvensional, calon pengguna EV dapat memperkirakan pengeluaran operasional sehari-hari secara lebih akurat. 


---

Tarif Pengisian Daya di SPKLU

Tarif pengisian daya di SPKLU di Indonesia mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Untuk pengisian reguler, tarif listrik berada di kisaran Rp2.466–Rp2.475 per kWh.

Pada SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging, terdapat biaya layanan tambahan karena proses pengisian berlangsung jauh lebih cepat.

Secara umum tarif yang berlaku meliputi:

Tarif listrik sekitar Rp2.466 per kWh.

Fast Charging dikenakan biaya layanan sekitar Rp25.000 per sesi.

Ultra Fast Charging dikenakan biaya layanan sekitar Rp57.000 per sesi. 



---

Cara Menghitung Biaya Pengisian di SPKLU

Biaya pengisian daya dihitung berdasarkan kapasitas energi yang masuk ke baterai.

Sebagai contoh:

Kapasitas baterai 40 kWh.

Tarif listrik Rp2.466/kWh.


Maka biaya pengisian penuh sekitar:

40 × Rp2.466 = Rp98.640

Jika menggunakan Fast Charging atau Ultra Fast Charging, biaya layanan akan ditambahkan sesuai jenis charger yang digunakan. 


---

Perbandingan dengan Kendaraan BBM

Sebagai ilustrasi sederhana:

Mobil listrik dengan baterai 40 kWh umumnya mampu menempuh sekitar 300–400 km, tergantung tipe kendaraan dan kondisi berkendara.

Sementara mobil berbahan bakar bensin dengan konsumsi rata-rata 15 km/liter memerlukan sekitar 20–27 liter BBM untuk menempuh jarak yang sama.

Dengan harga BBM non-subsidi yang berlaku di SPBU, biaya perjalanan kendaraan berbahan bakar minyak untuk jarak tersebut umumnya lebih tinggi dibandingkan biaya pengisian baterai mobil listrik di SPKLU. 


---

Estimasi Biaya Operasional

Berikut ilustrasi perbandingan biaya perjalanan sekitar 350 km.

Kendaraan Energi yang Dibutuhkan Estimasi Biaya

Mobil listrik 40 kWh ± Rp98.640
Mobil bensin 23 liter Bergantung jenis BBM dan harga per liter yang berlaku


Besarnya biaya kendaraan berbahan bakar minyak akan berbeda sesuai jenis BBM, konsumsi kendaraan, dan harga di wilayah masing-masing.


---

Kapan SPKLU Lebih Menguntungkan?

SPKLU menjadi pilihan ideal apabila:

Melakukan perjalanan jarak jauh.

Membutuhkan pengisian cepat.

Tidak memiliki home charging.

Membutuhkan tambahan daya saat bepergian.


Meski tarifnya lebih tinggi dibanding pengisian di rumah, SPKLU menawarkan waktu pengisian yang jauh lebih singkat. 


---

Pengisian di Rumah vs SPKLU

Selain SPKLU, pemilik mobil listrik juga dapat mengisi daya di rumah menggunakan home charger.

Perbedaannya:

Home Charging

Tarif listrik rumah umumnya lebih murah.

Cocok untuk pengisian semalaman.

Tidak ada biaya layanan Fast Charging.


SPKLU

Pengisian jauh lebih cepat.

Cocok saat bepergian.

Tersedia Fast Charging dan Ultra Fast Charging.

Terdapat biaya layanan pada jenis charger tertentu. 



---

Faktor yang Memengaruhi Biaya Pengisian

Biaya pengisian daya dapat berbeda tergantung beberapa faktor, antara lain:

Kapasitas baterai kendaraan.

Persentase baterai saat mulai mengisi.

Jenis charger yang digunakan.

Tarif listrik yang berlaku.

Adanya biaya layanan Fast Charging atau Ultra Fast Charging.



---

Tips Menghemat Biaya Pengisian

Agar biaya operasional kendaraan listrik semakin efisien:

Isi daya di rumah jika memungkinkan.

Gunakan SPKLU saat benar-benar diperlukan.

Hindari mengisi hingga 100% setiap hari jika tidak dibutuhkan.

Rencanakan rute perjalanan agar tidak perlu terlalu sering mengisi daya.

Manfaatkan aplikasi pencari SPKLU untuk menemukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan.



---

Kesimpulan

Dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, biaya pengisian daya mobil listrik di SPKLU umumnya masih lebih ekonomis untuk jarak tempuh yang setara, meskipun terdapat biaya layanan pada Fast Charging dan Ultra Fast Charging. Dengan tarif sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai berkapasitas 40 kWh berada di kisaran Rp98 ribuan, sedangkan kendaraan berbahan bakar minyak membutuhkan biaya yang umumnya lebih tinggi untuk menempuh jarak serupa. Untuk penggunaan sehari-hari, kombinasi home charging dan SPKLU saat perjalanan jauh menjadi solusi yang efisien dari sisi biaya maupun kenyamanan. 


---

FAQ

1. Berapa tarif pengisian daya di SPKLU?

Tarif dasar pengisian di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, dengan biaya layanan tambahan untuk Fast Charging dan Ultra Fast Charging. 

2. Apakah mengisi daya di SPKLU lebih murah dibandingkan membeli BBM?

Secara umum, ya. Untuk jarak tempuh yang setara, biaya energi mobil listrik biasanya lebih rendah dibandingkan biaya BBM kendaraan konvensional. 

3. Berapa biaya mengisi penuh baterai 40 kWh di SPKLU?

Dengan tarif sekitar Rp2.466 per kWh, estimasi biaya pengisian penuh mencapai sekitar Rp98.640, belum termasuk biaya layanan Fast Charging jika digunakan. 

4. Mengapa Fast Charging dikenakan biaya tambahan?

Karena Fast Charging dan Ultra Fast Charging menggunakan infrastruktur berdaya tinggi yang memungkinkan pengisian berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan charger reguler. 

5. Mana yang lebih hemat, mengisi daya di rumah atau di SPKLU?

Untuk penggunaan harian, home charging umumnya lebih hemat karena menggunakan tarif listrik rumah. SPKLU lebih cocok digunakan saat perjalanan jauh atau ketika membutuhkan pengisian daya dengan cepat.